Netizen Soroti Hadiah Turnamen Sepakbola Kalah Dengan Esports

Netizen soroti hadiah turnamen sepakbola kalah dengan esports. Di salah satu akun Instagram bernama @pengamatsepakbola, terungkap jumlah hadiah yang akan diterima oleh peserta Liga 1 Indonesia, kompetisi sepakbola terbesar di Indonesia. Hadiah tersebut diberikan PT LIB [Liga Indonesia Baru] untuk para juara mulai dari pemenang pertama, runner up, sampai tim paling fair play. Total, kira-kira hadiah untuk Liga 1 Indonesia bernilai 2,2 miliar Rupiah.

Netizen Soroti Hadiah Turnamen Sepakbola Kalah Dengan Esports

Netizen Soroti Hadiah Turnamen Sepakbola Kalah Dengan Esports

Ironis, kompetisi olahraga paling populer di tanah air itu kalah gengsi dengan fenomena baru yakni turnamen esports, joker123 khususnya dalam jumlah hadiah. Sebagai contoh, ajang PUBG Mobile World League East Division yang baru berakhir kemarin punya prize pool $425.000USD atau sekitar 6,2 miliar Rupiah. Untuk juara pertama, Bigetron RA mengantongi $155.000USD atau sebesar 2,2 miliar Rupiah.

Piala Turnamen Untuk Liga 1 2020

Netizen Soroti Hadiah Turnamen Sepakbola Kalah Dengan Esports

 

Netizen pun banyak bersuara di kolom komentar, membandingkan jumlah hadiah event esports yang lebih cuan ketimbang reward kompetisi sepakbola tersebut. Beberapa diantaranya menyebutkan lebih gede turnamen ML, AOV, PUBG sebut akun bernama @supachok.kraisom. Ada juga yang menyarankan para pemain bola untuk pindah profesi saja pemain esports.

baca juga: Laga Latihan RRQ Hoshi Vs RRQ Sena

Mungkin tak adil bila membandingkan dengan turnamen esports kelas internasional dengan kompetisi domestik. Kalau di komparasi dengan Mobile Legends Profesional League Season 6, hadiah Liga 1 Indonesia masih selisih 2,3 miliar Rupiah.

Pembagian Hadiah

Apalagi pembagian hadiah ini makin terkikis karena tim sepakbola sendiri punya jumlah pemain lebih dari 20 orang, belum termasuk staf pelatih dan lain-lain, live22 login sedangkan tim esports cuma terdiri paling banyak 5 pemain tentu ditambah dengan coach, manajer dan mungkin potongan untuk organisasi, namun jelas jumlahnya tidak sebanyak tim sepakbola.

Paradigma seperti ini akan memunculkan sikap skeptis anak-anak menekuni bidang olahraga nyata karena imbalan yang mereka dapat mungkin kurang memuaskan. Belum tingkat persaingan yang sangat menyulitkan mulai dari level akademi sampai ke papan atas.

Tentu, pengadaan hadiah untuk para atlet olahraga nasional tetap perlu diapresiasi. Terlepas dari tren saat ini yang lebih menguntungkan untuk esports, investasi dan keterlibatan sponsor ke olahraga konvensional juga harus diperkuat oleh para pemangku wewenang terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *