Kritik Coach Fnatic SunBhie Tentang Pro-Scene DOTA 2

Kritik coach Fnatic SunBhie tentang Pro-Scene DOTA 2 dalam cuitan terbarunya. Menurut live22 pelatih tim Fnatic tersebut, turnamen-turnmaen kompetitif DOTA 2 kurang memberi porsi terhadap tim-tim menengah dan kecil. Ia menilai Valve perlu meninjau kembali wadah bagi para tim-tim tier 2 untuk berkembang menjadi besar lagi.

Cuitan tersebut merupakan tanggapan dari tim tier 2 Europe, Vikin.gg yang baru-baru ini memenangkan turnamen minor. Tim yang baru berumur satu tahun tersebut memiliki komposisi tim yang cukup baik. Terbukti setelah memenangkan helatan The Summit 13 kemarin, mereka tampak mendominasi dalam turnamen EPIC League.

Baca Juga : RRQ Hoshi Lepas LJ ke EVOS Legends, Harapan EVOS di MPLI

Kritik Coach Fnatic SunBhie Tentang Pro-Scene DOTA 2ِ

Menurut SunBhie, meroketnya tim tier 2 merupakan hal yang lumrah dalam game seperti DOTA 2 dan League of Legends. Bahkan kampiun pagelaran LoL Worlds 2020 yang baru saja usai merupakan panjatan Tier 2, Damwon Gaming. Terakhir kali Dota 2 tergaketkan atas gemilangnya tim kuda hitam terjadi kala Wings Gaming menjuarai The International 6.

Sepakat dengan SunBhie, talent perempuan asal Kanada Leah ‘Reinessa’ Blake menimpali argumen pelatih Fnatic tersebut. Menanggapi cuitannya, ia menambahan buruknya ekosistem Valve joker388 dalam menjalankan turnamen. Menurutnya, DOTA 2 terlalu berfokus terhadap turnamen akbarnya, The International, sehingga mengabaikan skema kompetitif lokal.

Ia juga menyandingkan bagaimana bekerjanya turnamen kompetitif DOTA 2 dengan League of Legends. Ujarnya mudah saja bagi RIOT Games untuk menyediakan prizepool hingga yang bombastis seperti The International. Namun, mereka lebih memilih untuk menjalankan sistem yang lebih ramah bagi segala pihak.

Baca Juga : Surabaya Dominasi 16 Besar LIMA Esports EJC!

Selain itu, League of Legend sendiri sudah konsisten menghadirkan turnamennya dalam beberapa liga regional seperti League of Legends Championship Series (LCS) pada Region Amerika, League of Legends European Championship (LEC) pada region Eropa, League of Legends Premiere League (LPL) pada region Tiongkok, serta League Champions Korea (LCK) pada region Korea.

Tingkat kasta liga tersebut juga ternilai baik oleh pundit kenamaan DOTA 2 Kyle Freedman. Menurut Kyle, jika para pro players Dota 2 berimpian dapat berkompetisi pada panggung prediksi togel The International, para pemain LoL hanya mampu bermimpi untuk dapat bermain pada liga kasta tertinggi pada region merea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *