Ingin Bentuk Tim Esports Profesional, Ini Syarat yang Harus Terpenuhi!

Ingin bentuk Tim Esports Profesional, ini syarat yang harus terpenuhi! Popularitas esports saat ini telah membuat joker123 banyak public figure atau artis tergiur mencoba bermain pada ranah ini juga. Sebut saja Ariel dengan Pilar Esports dan Reza ‘Arap’ Oktavian dengan Morph Team. Bahkan, baru-baru ini Baim Wong yang namanya belum lama ini muncul sebagai salah satu anggota Geng Kapak Esports (GPX).

Memangnya mudah, ya, membuat tim esports profesional? Jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Simak dulu penjelasan mengenai 5 hal yang harus ada kalau mau bentuk tim esports.

Baca Juga : Peneliti Oxford Temukan Manfaat Main Game Untuk Kesehatan Mental

Ingin Bentuk Tim Esports Profesional, Ini Syarat yang Harus Terpenuhi!

1. Pemain yang potensial

Sebuah tim esports tanpa pemain tentu jadi sia-sia karena sejatinya esports adalah sebuah kompetisi. Jadi, kalau ingin membentuk tim esports, kalian harus punya modal SDM berupa pemain yang potensial. Kenapa potensial bukan yang jago? Kalian tentu mau memenangkan pertandingan, kan? Namun, pemain yang jago tentu sudah direkrut duluan sama tim yang lebih besar. Karena itu, kalian harus punya mata yang jeli untuk melihat pemain yang potensial.

Di sini, kalian bisa cari talenta-talenta terbaik yang sering atau pernah memenangkan turnamen. Bisa juga dengan melihat top score dalam game yang kalian fokuskan.

2. Target dan tujuan

Membangun tim esports tanpa targe dan tujuan seperti berjalan di padang pasir tanpa kompas. Kalian tak akan ke mana-mana dan tak tahu juga apakah tim live22 kalian sudah berkembang atau masih perlu peningkatan lagi. Ingat, esports itu ranah kompetitif. Berarti, seluruh tim harus punya target dan tujuan yang sama supaya bisa terus berkembang dan bersaing dengan tim lainnya.

Target ini bisa apa saja, misalnya mengikuti 10 turnamen dalam 1 tahun. Kalau tim esports awalnya berasal dari komunitas atau guild, kalian bisa menargetkan memenangkan turnamen dan uang turnamen itu nantinya bisa kalian gunakan untuk membesarkan tim saat awal-awal.

3. Manajemen yang rapi

Pemain sudah ada, tim sudah terbentuk, target dan visi juga sudah sama. Sekarang, tinggal menyusun manajemen agar tim kalian terarah dan setiap divisi bisa fokus dengan tugas masing-masing. Untuk tim kecil, mungkin awalnya manajemen ini hanya berisi 2-3 orang, yang termasuk di antarnya adalah seorang CEO atau owner, manajemen tim, serta bagian keuangan yang akan mengurusi keluar masuk uang dengan ketat.

Bagaimana pun, sebuah tim esports profesional tetap harus menggaji pemainnya. Karena itu, hitung-hitungannya ini akan lebih mudah kalau manajemennya sudah rapi. Dengan manajemen yang rapi, nantinya akan mudah menentukan arah perkembangan dan perubahan yang tim butuhkan dan kaca mata bisnis.

Baca Juga : Ini Beberapa Game Esports dengan Tingkat Stres Tertinggi

Ingin Bentuk Tim Esports Profesional, Ini Syarat yang Harus Terpenuhi!

4. Branding

Setelah membentuk tim esports, tentu kalian ingin tim kalian dikenal banyak orang. Karena itu juga harus memikirkan soal branding. Ini berkaitan dengan target dan tujuan serta visi yang ingin tercapai dalam tim. Kalau kalian lihat tim0tim besar, cara mereka memosisikan tim mereka pada ranah esports sudah terlihat jelas. Namun, untuk tim yang beru merintis, hal ini bisa berjalan beriringan dengan berbagai turnamen yang diikuti. Pada masa depan, branding yang berhasil akan membawa sponsor yang besar juga.

5. Hardware dan basecamp yang menunjang

Sebuah tim esports memerlukan hardware yang canggih, internet yang stabil, serta basecamp yang menunjang agar bisa fokus latihan dan memenangkan pertandingan. Hardware yang tersedia harus sesuai dengan yang dibutuhkan saat ini sehingga harus selalu up-to-date.

Dalam hal internet pun, tim esports harus bisa menyediakan jaringan internet yang lancar. Karena sebagian besar game dijalankan secara online, begitu pun turnamennya yang berlangsung agen togel online karena pandemi.

Basecamp atau markas yang layak juga diperlukan agar para pemain bisa nyaman berlatih dan berkumpul untuk membahas strategi yang dibutuhkan untuk game selanjutnya. Kalau lingkungan sudah nyaman dan tentunya aman (karena hardware yang canggih tentu tidak murah). Para pemain dan manajemen bisa fokus ke hal lain yang lebih penting, misalnya mengembangkan kemampuan tim agar bisa mengikuti turnamen yang lebih besar lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *